Minggu, 15 Februari 2015

Bahan Kimia Pembersih

Sabun mandi pembersih
Menggunakan bahan kimia pembersih dilingkungan keluarga dengan berbagai jenis bahan kimia, dalam kehidupan manusia, terutama kehidupan sehari-hari tidak lepas dari yang namanya kimia, baik kimia alami ataupun buatan. tiap hari kita mandi untuk membversihkan diri dengan memakai sabun mandi dan sampo, mencuci peralatan dapur memakai deterjen,  mencuci pakaian dengan menggunakan sabun cuci. dan masih terdapat pembersih lainnya yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. dibawah ini adalah beberapa contoh bahan kimia yang sering digunakan :
  1. Bahan Kimia Pembersih
  2. Bahan Pewangi
  3. Bahan Pemutih
  4. Bahan Pembasmi Serangga

Kandungan bahan kimia yang sering kita gunakan

Bahan Kimia Pembersih

deterjen pembersih
Pada dasarnya sifat dari pembersih, seperti sabun mandi, sabun cuci piring, sabun cuci pakaian memiliki sifat yang hampir sama, dari semuanya itu adalah deterjen atau sabun. Bahan pembuat sabun adalah kimia yang berasal dari alam, Seperti lemak dan minytak yang direasikan dan sering disebut basa. Contoh dari basa, yaitu KOH (Kalium Hidroksida) dan NaOH (natrium hidroksida). Detergen adalah senyawa yang bernama ABS(alkyl benzene sulfonat) yang direaksikan dengan NaOH (natrium hidroksida). Bahan ABS diperoleh dari minyak bumi. Deterjen dan juga sabun memiliki 2 sifat sekaligus, dan merupakan pembersih, dua sifat tersebut adalah polar dan sifat non polar. Air adalah salah satu benda yang memiliki sifat polar dan juga dapat menghantarkan listrik, meskipun hantaran listriknya sangat lemah. Minyak memiliki sifat non polar dan kesimpulan bahwa minyak tidak dapat menghantarkan listrik. Air yang sifatnya polar dengan minyak yeng memiliki sifat non polar tidak dapat bercampur ataupun menyatu. Supaya Air dan minyak dapat bersatu maka harus dicampur dengan sabun ataupun deterjen yang memiliki dua sifat tersebut, yaitu bersifat polar dan sisi lainnya bersifat non polar. Air akan diikat oleh ujung sabung yang memiliki sifat polar, sedangkan minyak akan diikat oleh ujung sabun lainnya yang memiliki sifat non polar. Perbedaan antara sabun dengan deterjen adalah pada kekuatan daya cuci, dimana deterjen cenderung lebih kuat, deterjen bekerja pada air sadah. Sabun akan lebih mudah diurai oleh organisme ketibang dengan deterjen.

Jenis dan macam bahan pembersih beserta Kandungannya

Bahan kimia yang termasuk pembersih sangat banyak, contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, shampoo, pembersih kaca, pembersih lantai, pewangi dan lainnya.

Sabun Mandi

Kandungan dari sabun mandi adalah RCOONa (Na-karboksilat), sabun mandi terbuat dari minyak dengan campuran basa. Umumnya basa yang digunakan untuk sabun mandi adalah KOH (kalium hidroksida). Beberapa sabun mandi ada yang ditambah dengan sulfur yang fungsinya dalah sebagai antiseptik. Garam pada sabun mandi memberi nilai tambah, yaitu sebagai bahan aditif. Garam mandi biasanya mengandung minyak esensial, pewangi dan garam-garam anorganik.
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan sabun :
Gliserin + NaOH (soda api) → gliserol + natrium karboksilat (sabun)

Kelebihan sabun :

  • Mencuci dengan sangat baik pad air lunak,
  • Mudah untuk diuraikan biodegradable (mikroorganisme), sehingga jika mandi disungai tidak membentuk buih atau busa, dan
  • Jarang menyebabkan alergi pada kulit.

Kekurangan sabun antara lain :

  • Tidak cocok digunakan dalam mesin cuci, karena sukar larut dalam air,
  • Jika diendapkan oleh air sadah, akan membentuk scum. Sabun tidak akan berbuih/ berbusa sebelum semua ion kalsium dan magnesium dalam air sadah diendapkan. Selain itu scum yangterbentuk dapat menempel pada cucian, sehingga pakaian menjadi kotor/ kusam.

Pasta Gigi

  • Setiap orang memakai pasta gigi setiap hari, karena tidak menginginkan datangnya sakit gigi. Sakit gigi umumnya disebabkan karies yang disebut demineralisasi (penghilangan mineral). Karies timbul karena adanya plak gigi, yang merupakan lengketan dari bakteri, bahan makanan yang terbentuk pada permukaan gigi. Jenis bakteri tersebut akan mampu meningkatkan keasaman pada gigi, akibatnya email gigi akan ikut larut sehingga timbul karies. Umumnya pasta gigi mengandung fluorida yang mampu membunuh bakteri dan dan penguat kalsium.
  • Bahan pasta gigi adalah deterjen dan Penggosok seperti amplas yang disebut abrasive. Deterjen yang sering digunakan dalam membuat pasta gigi adalah natrium laurel sulfat. Abrasive cukup keras untuk membersihkan gigi adalah yang terbaik, tetapi jangan sampai terlalu keras, sehingga dapat merusak email gigi. Abrasive  dalam pasta gigi diantaranya adalah SiO2 (silica), CaCO3 (kalsium karbonat), dan juga baking soda. Untuk menguatkan gigi, pasta gigi sering ditambah dengan senyawa flourida, misalnya NaF (natrium flourida). Senyawa flourida pada pasta gigi dapat mengubah email gigi menjadi lebih kuat.

Pembersih Lantai

Kandungan dari pembersih lantai

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.